Sabtu, 13 Juni 2009

Peraturan Permainan Tenis Meja

Berikut ini asil terjemahan bebas saya atas ITTF rules untuk sejumlah aspek penting olahraga tenis meja.

2. MEJA TENIS MEJA

2.1. Bagian atas permukaan meja, dikenal sebagai bidang permainan, harus berbentuk persegi panjang, dengan panjang 2,74 m dan lebar 1,525 m, dan harus terletak di bidang setinggi 76 cm di atas lantai.

2.2. Bidang permainan tidak termasuk sisi vertikal (ketebalan) meja.

2.3. Bidang permainan dapat terbuat dari bahan apa saja asalkan menghasilkan pantulan bola yang seragam, yaitu ketinggian pantulan 23 cm saat sebuah bola standar dijatuhkan dari ketinggian 30 cm.

2.4. Bidang permainan harus secara seragam berwarna gelap gelap, tidak berkilauan cahaya (yaitu harus dop/matte), dan pada sepanjang tiap sisinya bergaris putih selebar 2 cm.

2.5. Bidang permainan dibagi menjadi 2 bagian yang sama yang dibatasi oleh net yang berdiri vertikal.

2.6. Untuk permainan ganda, masing-masing bidang permainan dibagi lagi menjadi 2 bagian yang sama luas, dengan garis pembatas berwarna putih selebar 3mm yang sejajar dengan garis tepi meja. Garis tengah ini dianggap sebagai bagian dari masing-masing bidang permainan yang dibaginya.

3. PERLENGKAPAN NET

3.1. Perlengkapan net mencakup jaring dan tiang pendukung, termasuk penjepit yang akan menyatukan net ke meja.

3.2. Net dipasang pada tiang yang terpasang pada kedua ujungya, dengan tinggi 15.25 cm dan menjorok keluar dari sisi meja masing-masing sejauh 15.25 cm.

3.3. Bagian atas net harus setinggi 15.25 cm sepanjang bidang permainannya.

3.4. Bagian dasar net harus sedekat mungkin dengan bidang permainan, dan kedua ujung net harus sedekat mungkin dengan tiang penyangganya.


4. BOLA
4.1. Bola harus bulat dengan diameter 40 mm.
4.2. Berat bola 2.7 gram.
4.3. Bola harus terbuat dari bahan celluloid atas bahan plastik yang sejenisnya dan berwarna putih atau orange, tidak mengkilap.


5. BET (RAKET/PEMUKUL)

5.1. Pemukul dapat sembarang ukuran, bentuk dan berat tapi permukaan untuk memukul harus datar dan kaku.

5.2. Sekurangnya 85% dari ketebalan blade/kayu harus terbuat dari kayu alam; lapisan penguat tambahan dapat diberikan dari bahan fiber seperti carbon, glass atau lapisan padat, namun tidak boleh lebih tebal daripada ketebalan total atau maksimal 0.35 mm.

5.3. Sisi blade/kayu yang digunakan untuk memukul bola harus dilapisi oleh "karet bintik" biasa dengan bintik menghadap keluar yang memiliki ketebalan total maksimal 2mm termasuk bahan perekatnya; atau "karet sandwich" dengan bintik menghadap ke dalam atau ke luar, dengan ketebalan total maksimal 4mm termasuk bahan perekatnya.

5.4. "Karet bintik biasa" ialah lapisan tunggal yang terbuat dari karet non-selular, alami atau sintetis, dengan bintik terbagi rata pada permukaannya dengan kepadatan tidak kurang dari 10 per cm2 dan tidak lebih dari 50 per cm2.

5.5."Karet sandwich" ialah "karet berlapis", terdiri dari lapisan karet selular (sponge) yang dilapisi lagi oleh lapisan karet bintik biasa, dengan ketebalan karet bintik tidak lebih dari 2mm.

5.6. Karet sebagai pelapis ini harus menutupi seluruh permukaan blade/kayu, tapi tak boleh melebihinya, kecuali bagian terdekat dari pegangan tangan dapat dibiarkan tak terlapis oleh bahan apa pun.

5.7. Blade/kayu, serta sembarang lapisan didalamnya, juga sembarang lapisan penutup dan perekat, yang digunakan untuk memukul bola, harus tersebar merata dan berketebalan sama.

5.8. Permukaan bahan pelapis blade/kayu, serta bagian dari blade/kayu yang dibiarkan tak terlapis, tidak boleh mengkilap, berwarna merah terang pada satu sisi serta hitam pada sisi lainnya.

5.9. Sedikit perubahan pada permukaan atau warna permukaan yang tak merata yang disebabkan oleh kerusakan yang tak disengaja atau karena aus pemakaian, diperbolehkan selama tidak menyebabkan perubahan yang berarti terhadap sifat asli permukaan tersebut.

5.10. Pada awal pertandingan dan pada saat seorang pemain mengganti bet di tengah permainan, seorang pemain harus memperlihatkan bet yang akan digunakannya kepada lawan dan wasit, untuk diteliti oleh yang bersangkutan.

6. DEFINISI

6.1. "Reli" ialah keadaan ketika bola sedang dimainkan.

6.2. Bola dalam keadaan dimainkan sejak saat terakhir ia berada di tangan bebas seorang pemain - tepat sebelum sengaja dimaksudkan untuk melakukan servis - hingga sebuah reli diputuskan sebagai "let" atau "poin".

6.3. "Let" ialah sebuah reli yang hasilnya tidak dihitung.

6.4. "Poin" ialah sebuah reli yang hasilnya dihitung.

6.5. "Tangan aktif" ialah tangan yang memegang bet.

6.6. "Tangan bebas" ialah tangan yang tidak memegang bet.

6.7. Seorang pemain disebut memukul bola jika ia menyentuh bola tersebut dalam permainan dengan betnya, atau dengan genggaman tangannya, atau dengan tangan aktifnya dari bagian pergelangan tangan ke bawah.

6.8. Seorang pemain menghambat jalannya bola jika ia -atau apa pun yang dikenakan atau dibawanya - menyentuh bola dalam permainan saat bola berada di atas bidang permainan atau dalam perjalanan menuju bidang permainan dan belum melewati ujung garis meja, dimana bola itu belum pernah menyentuh bidang permainan sejak dipukul oleh lawan.

6.9. "Server" ialah pemain yang memukul bola pertama kali dalam sebuah reli.

6.10. Penerima servis ialah pemain yang memukul bola berikutnya (setelah servis) dalam sebuah reli.

6.11. Seorang wasit ialah orang yang ditunjuk untuk mengendalikan pertandingan.

6.12. Asisten wasit ialah orang yang ditunjuk untuk membantu wasit dalam pengambilan keputusan tertentu.

6.13. Apapun yang dipakai atau dibawa oleh pemain meliputi apa yang dibawa dan dipakainya selain bola pada saat awal reli.

6.14. Bola akan dianggap melewati net jika bola tersebut melewati bagian mana saja selain : celah antara kedua ujung net dengan tiang dan celah antara net dengan permukaan permainan.

6.15. Garis akhir akan dianggap melebar tak terbatas di kedua arahnya (?).


7. SERVIS YANG BAIK

7.1. Pada awal servis, bola harus dalam keadaan diam, terletak secara bebas pada telapak tangan bebas pelaku servis yang terbuka lebar, di belakang garis akhir dengan ketinggian di atas bidang permainan.

7.2. Server kemudian melambungkan bola secara vertikal ke atas tanpa menambahkan putaran, sehingga bola melambung sekurangnya 16cm dari telapak tangan bebas, kemudian bola jatuh tanpa menyentuh apa pun sebelum dipukul.

7.3. Saat bola jatuh, server harus memukulnya sedemikian rupa sehingga bola pertama kali menyentuh bidang permainannya sendiri dan kemudian setelah melewati net, langsung menyentuh bidang permainan si penerima servis. Pada permainan ganda, bola harus menyentuh berturut-turut bagian kanan bidang permainannya sendiri kemudian bagian kanan bidang permainan si penerima servis.

7.4. Baik bola maupun bet harus berada pada level ketinggian di atas bidang permainan, saat server mulai mempersiapkan servis hingga bola tersebut dipukul.

7.5. Saat dipukul, bola harus berada di belakang garis akhir bidang permainan server tapi tidak boleh lebih jauh dari bagian tubuh si server selain tangan, kepala dan kakinya yang merupakan bagian terjauhnya dari meja. (??)

5. When the ball is struck it shall be behind the server's end line but not farther back than the part of the server's body, other than his arm, head or leg, which is farthest from his end line.

7.6. Adalah tanggungjawab si pemain untuk melakukan servis sedemikian rupa sehingga wasit atau asisten wasit dapat melihat dengan jelas bahwa ia memenuhi segala persyaratan untuk melakukan servis yang baik.

7.7. Jika wasit ragu-ragu tentang keabsahan sebuah servis tapi ia dan asisten wasit juga tak yakin telah terjadi kesalahan, maka ia dapat segera mengingatkan si server tanpa harus menghadiahkan poin (kepada penerima servis).

7.8. Jika pada kesempatan berikutnya dalam pertandingan tersebut, servis oleh pemain tersebut atau rekan gandanya diragukan lagi keabsahannya untuk alasan yang serupa atau apa pun alasan lainnya, maka penerima servis akan langsung mendapat poin.

7.9. Kapanpun terjadi suatu servis yang jelas dilihat sebagai kegagalan memenuhi persyaratan servis yang baik, maka tanpa ada peringatan sebelumnya si penerima servis akan langsung mendapat poin.

7.10. Perkecualian dapat terjadi saat wasit melonggarkan aturan pelaksanaan servis yang baik jika ia memperhatikan -sebelum dimulainya permainan- bahwa pemenuhan pelaksanaan servis yang baik itu terkendala oleh cacat fisik si pemain.


8.PENGEMBALIAN BOLA YANG BAIK

8.1. Bola, baik hasil servis atau pengembaliannya, harus dipukul sedemikian rupa hingga bola melewati net lalu menyentuh bidang permainan lawan, baik langsung ataupun setelah menyentuh net.


9. ATURAN PERMAINAN

9.1. Pada nomor tunggal, seorang server pertama kali harus melakukan servis yang baik, lalu penerima servis harus melakukan pengembalian bola yang baik dan kemudian setelah itu masing-masing harus melakukan pengembalian bola yang baik.

9.2. Pada nomor ganda, seorang server pertama kali harus melakukan servis yang baik, lalu penerima servis harus melakukan pengembalian bola yang baik, lalu rekan si server harus melakukan pengembalian bola yang baik, lalu rekan si penerima servis harus melakukan pengembalian bola yang baik, lalu setelah itu setiap pemain bergiliran dalam urutan seperti di atas untuk mengembalikan bola dengan baik.


10. LET

1. Sebuah reli harus diulang (let), jika :

1.1. Jika saat servis, bola melewati net dengan terlebih dulu menyentuhnya - asalkan servis itu sendiri dilakukan dengan baik - atau bola terhambat oleh penerima servis atau oleh rekannya sendiri.

1.2. Jika servis dilancarkan saat penerima servis atau pasangannya belum siap dan karenanya tidak berusaha mengembalikan bola.

1.3. Jika terjadi kegagalan untuk melakukan servis yang baik atau pengembaliannya yang disebabkan oleh gangguan yang berada di luar kendali pemain.

1.4. Jika permainan dihentikan oleh wasit atau asisten wasit.

2. Sebuah permainan dapat dihentikan :

2.1. Untuk memperbaiki kesalahan yang terjadi dalam urutan servis dan penerimaan servis.

2.2. Untuk memasuki sistem percepatan

2.3. Untuk memperingatkan atau memberi hukuman kepada seorang pemain.

2.4. Jika terjadi kondisi yang mengganggu permainan sehingga dikuatirkan mempengaruhi hasil reli.


11. POIN

1. Kecuali terjadi pengulangan (let), seorang pemain akan memperoleh poin :
1. Jika lawannya gagal melakukan servis yang baik.
2. Jika lawannya gagal mengembalikan bola dengan baik.
3. Jika ia, setelah melakukan servis atau pengembalian bola yang baik, bola menyentuh apa saja (kecuali net) sebelum dipukul oleh lawannya.
4. Jika bola - setelah dipukul oleh lawannya - melewati garis akhir bidang permainannya tanpa menyentuh bidang permainan.
5. Jika lawannya menghambat bola.
6. Jika lawannya memukul bola dua kali berturut-turut.
7. Jika lawannya memukul bola dengan permukaan bet yang memiliki permukaan yang tak sesuai dengan persyaratan.
8. Jika lawannya -atau apapun yang dibawa atau dikenakannya- menggerakkan bidang permainan.
9. Jika lawannya -atau apapun yang dibawa atau dikenakannya- menyentuh net.
10. Jika tangan bebas pemain lawan menyentuh bidang permainan.
11. Jika lawannya (pada permainan ganda) memukul bola tak sesuai dengan urutan yang benar.


12. GAME
1. Sebuah permainan dimenangkan oleh seorang atau sepasang pemain jika ia/mereka lebih dulu memperoleh angka 11. Kecuali jika sama-sama memperoleh angka 10 maka terjadilah deuce, dimana pihak yang menang ialah pihak yang memperoleh 2 angka secara berturut-turut.

13. PERTANDINGAN
1. Sebuah pertandingan harus berupa "best of ..." yang berupa nomor-nomor ganjil (3,5,7,dst)


14. UNDIAN SERVIS DAN TEMPAT (SISI MEJA)
1. Hak untuk memilih giliran pertama servis dan tempat bermain ditentukan oleh undian dimana si pemenang undian dapat memilih untuk melakukan servis pertama kali ataupun menerima servis pertama kali, atau untuk mengawali pertandingan di tempat tertentu.
2. Jika seorang pemain telah memilih untuk pertama kali melakukan servis atau menerima servis, atau memilih tempat, maka pemain lain memiliki hak memilih selebihnya.
3. Setelah tiap terjadi 2 poin, maka si penerima servis atau pasangannya memegang giliran melakukan servis. Demikian seterusnya hingga akhir permainan, kecuali kedua pemain (atau kedua pasangan pemain) memiliki sama angka 10 atau terjadi sistem percepatan pertandingan. Jika ini terjadi, maka urutan servis dan penerima servis akan tetap sama tapi tiap pemain hanya akan melakukan sekali servis hingga terjadi poin.

4.Pada pertandingan ganda, sepasang pemain yang memiliki hak untuk melakukan servis pertama kalinya harus memilih siapa di antara keduanya yang akan melakukan servis. Demikian pula pihak pasangan penerima servis harus menentukan siapa di antara keduanya yang akan menerima servis pertama kali. Pada game-game berikutnya pada partai tersebut, ketika pelaku servis pertama telah ditentukan, maka penerima servis pertama haruslah orang yang melakukan servis kepada pemegang servis tersebut pada game sebelumnya.

5. Pada pertandingan ganda, pada setiap terjadi pergantian servis, penerima servis pada suatu giliran akan menjadi pemegang servis pada giliran berikutnya; dan pasangan dari pemegang servis (pada suatu giliran) akan menjadi penerima servis pada giliran berikutnya.

6. Pasangan pemain yang melakukan servis pertama kali pada sebuah game akan menjadi penerima servis yang pertama pada game berikutnya. Jika terjadi rubber set, maka pada game penentuan ketika salahsatu pihak telah mencapai angka 5, maka pihak penerima servis akan berganti tempat/urutan servis.

7. Pemain atau pasangan yang memulai pertandingan di satu sisi meja akan pindah ke sisi meja lainnya pada game berikutnya dan jika terjadi rubber set maka pada game penentuan kedua pemain (atau pasangan pemain) ini berganti tempat lagi ketika salahsatu pihak telah mencapai angka 5.

15. KESALAHAN URUTAN SERVIS, PENERIMAAN SERVIS, DAN TEMPAT

1. Jika terjadi kesalahan dalam urutan servis atau pengembalian, permainan akan dihentikan oleh wasit segera setelah kesalahan tersebut disadari. Permainan kemudian dilanjutkan menurut urutan servis dan penerimaan yang semestinya dilakukan sejak awal game tersebut, pada skor yang telah tercapai. Sedangkan pada nomor ganda, pertandingan dilanjutkan pada urutan servis yang dipilih oleh pemegang hak servis pertama pada game tersebut.

2. Jika para pemain tidak bertukar tempat saat mereka seharusnya melakukannya, permainan harus dihentikan oleh wasit segera setelah kesalahan tersebut disadari, dan akan dilanjutkan setelah para pemain menempati tempat yang seharusnya, pada skor akhir yang telah tercapai.

3. Dalam keadaan apa pun, semua poin yang telah terjadi sebelum ditemukan kesalahan, akan tetap dihitung saat permainan dilanjutkan kembali.


16. SISTEM PERCEPATAN PERTANDINGAN

1. Sistem percepatan pertandingan (expedite system) akan berlaku jika sebuah game tidak terselesaikan dalam 10 menit permainan atau dalam waktu yang lebih singkat dari itu atas permintaan para pemain yang bertanding. Pengecualiannya ialah jika skor pada game tersebut telah mencapai angka 9.

2. Jika bola masih berada dalam permainan ketika batas waktu 10 menit ini tercapai, permainan akan dihentikan oleh wasit dan akan dilanjutkan (dalam sistem percepatan) dengan pemegang servisnya ialah si pemegang servis ketika reli dihentikan.

3. Jika bola tidak sedang dalam permainan ketika batas waktu tercapai, permainan akan dilanjutkan dengan servis berada pada pemain yang akan punya giliran menerima servis (saat permainan dihentikan).

4. Setelah itu, tiap pemain akan melakukan servis satu kali secara bergiliran hingga akhir permainan, dan jika pihak penerima servis berhasil melakukan 13 kali pengembalian bola yang baik maka ia lah yang berhak mendapat poin.

5. Jika sistem percepatan ini diberlakukan, atau jika sebuah game mencapai lebih dari 10 menit, maka game-game berikutnya pada pertandingan ini akan dimainkan dalam sistem percepatan.

1 komentar:

  1. Assalamu'alaikum, Kang Bucek. Jazakumullah artikelna meni kaleresan pisan nuju peryogi. Iraha atuh tiasa latihan deui.
    Wassalam..

    BalasHapus